Tampilkan postingan dengan label info sains. Tampilkan semua postingan
Cacing Tumbuh Normal di Luar Angkasa
By : Unknown![]() |
| Add caption |
NIHCaenorhabditis elegans
NOTTINGHAM, KOMPAS.com — Jenis cacingCaenorhabditis elegans beberapa saat lalu dikirim ke luar angkasa sebagai bagian proyek mempelajari efek gravitasi nol pada manusia. Cacing itu dipilih karena memiliki 20.000 gen yang sama serta otot dan sistem saraf yang hampir serupa dengan manusia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa caing tersebut berhasil survive di luar angkasa, di International Space Station. Tak hanya itu, cacing yang pendek itu juga berhasil memproduksi 24 generasi selama berada di luar angkasa.
Setelah dibekukan dan kembali dibawa ke Bumi untuk diteliti, cacing juga menunjukkan perkembangan normal. Tim Universitas Nottingham, Inggris, yang melakukan penelitian itu juga mengatakan bahwa cacing punya pola makan dan reproduksi normal.
Hasil penelitian ini bisa memberi pencerahan pada ilmuwan tentang efek gravitasi nol pada manusia. Selama ini, kondisi gravitasi nol diduga menyebabkan gangguan pada otot akibat pengurangan level protein myosin yang menguatkannya.
Bagi Dr Nathaniel Szewczyk, pimpinan studi ini, hasil penelitian juga punya nilai lebih. Jika manusia berpikir tentang menghuni Mars, manusia bisa mulai menggunakan cacing ini sebagai kelinci percobaan untuk meneliti efek ketika makhluk hidup Bumi hidup di Mars.
"Sementara ini terdengar seperti fiksi ilmiah. Beberapa ilmuwan yakin bahwa kita nanti bisa menghuni planet lain dan kita perlu melakukannya jika manusia ingin mencegah kepunahan," kata Szewczyk seperti dikutip Daily Mail, Rabu (30/11/2011).
"Karena tingginya biaya misi manusia dan tingginya tingkat kegagalan ketika menjalani misi ke Mars, kami mengusulkan cacing ini sebagai model tes yang murah untuk penelitian dampak biologis perjalanan jauh luar angkasa," imbuh Szewczyk.
Szewczyk memulai eksperimen pada cacing itu pada tahun 2009. Saat itu, ia mengirimkan cacing ke luar angkasa dan membiarkannya hidup selama empat hari. Setelahnya, cacing dibekukan untuk dipelajari ketika dikembalikan ke Bumi
.

Tag :
info sains,
Prasasti Maya Bukan Petunjuk Kiamat
By : Unknown
Plant Design OnlineSitus Comalcalco di Meksiko. Di tempat ini, para ilmuwan National Institute of Antropology and History menemukan prasasti yang menjadi referensi tentang terjadinya kiamat pada 2012.CHIAPAS, KOMPAS.com — Beberapa waktu lalu, National Institute of Anthropology and History di Meksiko mengumumkan penemuan Prasasti Comalcalco. Prasasti itu memiliki kalender lingkaran, kombinasi posisi hari dan bulan yang berulang tiap 52 tahun. Tanggal yang tertera pada prasasti, diduga 21 Desember 2012, terkait dengan akhir Baktun (periode tiap 394 tahun) ke-13. Angka 13 dianggap sebagai angka keramat dalam kebudayaan Maya.
Beberapa kalangan pun berspekulasi bahwa prasasti itu adalah petunjuk kiamat 2012. Namun, beberapa kalangan lain mengatakan bahwa prasasti tersebut bisa saja merujuk pada kejadian pada masa lalu atau sekadar pergantian era. Prasasti lain yang pernah diduga merujuk pada kiamat 2012 adalah Prasasti Tortuguero.
Menanggapi dugaan tersebut, ilmuwan Jerman, Sven Gronemeyer, mengatakan bahwa Prasasti Comalcalco bukan petunjuk kiamat dalam waktu dekat. Ia mempresentasikan interpretasi teks pada Prasasti Comalcalco pada pertemuan di situs arkeologi Palenque, Chiapas, selatan Meksiko. Interpretasi tersebut menjadi yang pertama untuk Prasasti Comalcalco.
Gronemeyer mengatakan, tanggal pada Prasasti Comalcalco merujuk pada kembalinya Bolon Yokte, dewa perang dan penciptaan, pada akhir Baktun ke-13. Teks yang diukir 1300 tahun lalu di prasasti itu juga merujuk pada akhir siklus ke-5.125 dari kalender panjang Maya yang dimulai sejak 3113 Sebelum Masehi. Teks pada prasasti itu merupakan ramalan penguasa Maya, Bahlam Ajaw.
"Bagi elite di Tortuguero, sangat jelas bahwa mereka harus mempersiapkan tanah untuk kembalinya dewa dan Bahlam Ajaw akan menjadi orang yang bertanggung jawab memimpin upacara penyambutan," kata Gronemeyer seperti dikuti The Guardian, Kamis (1/12/2011).
Lebih lanjut, Gronemeyer yang mengajar di La Trobe University, Australia, menjelaskan, "Tanggal pada prasasti memiliki nilai simbolis sebab merupakan refleksi dari hari penciptaan. Tanggal itu adalah waktu memberikan persembahan untuk dewa, bukan menjadi akhir dari kemanusiaan."
Suku Maya sendiri tidak memiliki pandangan tentang akhir dunia seperti umumnya diyakini oleh manusia zaman sekarang. Maya melihat bahwa dunia merupakan sebuah siklus, di mana satu siklus bisa berakhir dan bermula ke siklus berikutnya
.

Tag :
info sains,
penemuan kura-kura raksasa di ciliwung !
By : UnknownHal ini berdasarkan identifikasi bentuk dan corak pada tubuh dan karapas melalui website Asian Turtle Conservation Network. Southeast Asian narrow-headed softshell turtle (Chitra chitra) masuk dalam keluarga Trionychidae.
Chitra-chitra disebutkan sebagai binatang yang terancam punah. Masuk dalam daftar merah pada Internasional Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List 2006. Dan, dalam daftar Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) Appendix II.
Hewan air tawar ini adalah yang terbesar ukurannya dalam keluarga labi labi. Penyebarannya ditemukan di Indonesia, Thailand, dan Malaysia.
Reptil yang hidup disungai ini termasuk jenis labi labi cangkang lunak dengan ukuran yang besar. Berdasarkan besar karapasnya, ukuran labi labi cangkang lunak terbesar pernah ditemukan di Thailand mencapai panjang 140 cm dan lebar 100 cm. Beratnya mencapai 100 hingga 120 kg. Yang betina biasanya lebih besar daripada jantannya.
Chitra-chitra hidup dengan membenamkan tubuhnya pada dasar sungai yang berlumpur atau berpasir. Leher mereka cenderung cukup panjang dibandingkan ukuran tubuhnya. Dengan leher yang panjang ini, ia sekali-sekali mengabil napas ke permukaan air sementara tetap membenamkan tubuhnya.
Warna karapas dari spesies ini cenderung menyesuaikan dengan pasir atau lumpur dari tempat ia hidup. Hewan ini menganut perilaku "diam dan menunggu" dalam persoalan mencari mangsa untuk dimakan.
Secara umum adalah hewan karnivora yang memakan jenis-jenis kerang, keong air, kepiting, dan ikan. Ia harus berada dalam kondisi terbenam di air agar dapat menelan mangsanya. Saat menangkap ikan yang sedang berenang, ia sontak akan memanjangkan lehernya lalu mengigit ikan dengan mulutnya yang bergigi tajam. Gigitan chitra chitra dewasa yang berukuran besar sangat kuat dan dapat berbahaya. Chitra chitra betina bertelur sebelum musim hujan.
Sarangnya biasanya sedalam 50 - 75 cm, dibuat di pinggir sungai berpasir, atau campuran tanah dan pasir. Sebuah rongga penetasan dapat berisi 60-117 telur. Telurnya berwarna putih, bercangkang keras, dengan diameter sekitar 35 cm. Chitra chitra terancam punah, selain karena banyak habitat hidupnya, khususnya tempat bertelur pada pinggir sungai yang telah berubah oleh pembangunan perkotaan dan polusi.
Selain itu di Asia, labi labi atau bulus pada umumnya banyak diburu sebagai makanan eksotis. Di Cina dan Jepang, bulus atau labi labi berharga tinggi dan dinikmati sebagai sup atau dikukus. Cangkang dan tulangnya juga diburu sebagai obat tradisional.
Di Asia, jenis labi labi bercangkang lunak ukuran besar ini berjalan menuju kepunahan. Indonesia sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu pengekspor reptil terbesar di dunia.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor reptil hidup pada 2005 sebesar 703.510 kilogram atau senilai USD 1.979.792. Rusaknya habitat hidup hewan ini dan di satu pihak perkembangan populasinya yang lambat. Ditambah sifat dan perilaku hewan ini masih banyak yang belum diketahui.
Maka sangat penting tindakan konservasi dilakukan pada labi labi raksasa yang luar biasa ini. Sumber : Asian Turtle Conservation Network, Turtle Of The World - World Biodiversity Database, dan Kementerian Kehutanan Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam.

Tag :
info sains,
Asteroid Dekati Bumi Bulan Ini
By : Unknown
Asteroid 2005 YU55 yang akan mendekati Bumi 8 November 2011 mendatang.KOMPAS.com — Sebuah asteroid sebesar pesawat terbang akan melayang mendekati Bumi bulan ini. Nama asteroid itu adalah 2005 YU55 dan akan melayang pada ketinggian 320.000 km pada 8 November 2011 minggu depan.
Peristiwa lewatnya asteroid dengan ukuran hampir sama di ketinggian tersebut cukup langka. Berdasarkan catatan NASA, peristiwa serupa terakhir terjadi pada tahun 1976. Kunjungan asteroid 2005 YU55 kali ini merupakan yang pertama kalinya sejak kunjungan terakhirnya 200 tahun lalu.
Saat mendekati Bumi, asteroid hanya bisa dilihat dengan teleskop, minimal berdiameter 15 cm. Juru bicara NASA yang tak disebut namanya seperti dikutip Daily Mail, Senin (31/10/2011), mengatakan, "Kami berharap bisa mendapatkan citra yang bisa menggambarkan detail tentang permukaan asteroid itu, bentuk, dimensi, dan karakteristik fisik yang lainnya."
Dr Emily Baldwin, editor majalah Astronomy Now mengungkapkan, "Studi tentang asteroid tidak hanya penting untuk mengetahui potensi tumbukan dengan Bumi, tetapi juga untuk memahami sejarah Tata Surya kita."
Baldwin mengatakan, studi asteroid akan membantu ilmuwan memahami bagaimana planet terbentuk.
Asteroid 2005 YU55 pertama kali dicitrakan dengan bantuan Teleskop Radar Arecibo di Puerto Rico pada 19 April 2010. Meski kali ini melayang cukup dekat, asteroid tidak akan menghantam Bumi.
Aktivitas gerak asteroid 2005 YU55 dan benda-langit-dekat-Bumi lainnya telah dipantau NASA untuk mengetahui apakah berpotensi menghantam Bumi. Asteroid sendiri telah menjadi target pendaratan astronot pada tahun 2028
.
Tag :
info sains,
Pluto Kini Punya Saudara Kembar
By : Unknown
NASAEris menurut gambaran artis. Cahaya di kejauhan adalah matahari.KOMPAS.com — Penemuan Eris, sebuah planet kerdil, telah membuat Pluto kehilangan gelarnya sebagai planet pada tahun 2006 dan juga dinyatakan sebagai planet kerdil. Kini para astronom menyatakan bahwa sebenarnya Pluto dan Eris adalah saudara kembar, bukan cuma sesama planet kerdil, namun ukurannya pun sama.
Para astronom berhasil mengukur secara tepat diameter Eris dengan teleskop di Chile. Pengukuran dilakukan saat Eris sedang okultasi, atau tengah berada di muka bintang lain. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan para astronom, diameter Eris adalah 2.313 km. Ini hampir sama dengan diameter Pluto yang berkisar 2.286-2.385 km.
Ukuran Eris yang menyamai Pluto sedikit mengejutkan para ilmuwan. Sebab, meski terletak pada jarak 7,2 miliar kilometer dari Matahari, Eris tampak lebih terang dari obyek-obyek lain pada jarak yang hampir sama.
Para astronom sebelumnya menduga ukuran Eris lebih besar. Kini, para astronom memercayai bahwa kecerlangan Eris berkaitan dengan adanya lapisan metana dan nitrogen di permukaanya. Lapisan itu dikatakan lebih cerah daripada salju segar yang ada di Bumi. Meski dikatakan lebih terang, Eris masih tetap tampak redup di teleskop yang paling kuat sekalipun.
Eris adalah salah satu obyek terjauh di Tata Surya yang telah diketahui saat ini. Analisa ukuran Eris ini dilakukan oleh ilmuwan Pierre et Marie Curie dan Observatorium Paris. Hasil penelitian telah dipublikasikan di jurnal Nature minggu ini.
Bruno Sicard, pimpinan tim peneliti, mengatakan, "Sangat mengagumkan kita bisa menelaah obyek seperti Eris ketika sedang melewati muka sebuah bintang dengan teleskop yang relatif kecil.
http://sains.kompas.com/read/2011/10/28/11520231/Pluto.Kini.Punya.Saudara.Kembar
"
Tag :
info sains,
14.000 Bintang Baru Terdeteksi
By : UnknownNebula Carina, wilayah dimana 14.000 Bintang Baru terdeteksi
KOMPAS.com — Ilmuwan NASA berhasil mendeteksi citra detail wilayah pembentukan bintang baru yang berjarak sangat jauh dari Bumi. Citra menakjubkan itu diambil dengan Chandra X Ray Observatory.
Berdasarkan publikasi Daily Mail, Minggu (16/10/2011), citra tersebut menunjukkan Nebula Carina, area lengan Sagitarius-Carina Bimasakti, di mana menjadi tempat kelahiran bintang-bintang baru. Sejauh ini, 14.000 bintang telah terdeteksi di area yang berjarak 7.500 juta tahun cahaya dari Bumi itu.
Setelah dianalisis, ilmuwan percaya bahwa beberapa bintang raksasa yang ada telah hancur dalam ledakan supernova. Mereka mengetahuinya dari pengurangan sinar X yang terjadi di gugusan utara yang disebut Trumpler 15.
Deteksi kemungkinan adanya 6 bintang neutron, yang bagian inti padatnya tersisa setelah ledakan supernova, menambah bukti bahwa aktivitas supernova meningkat di Carina. Sebelumnya, hanya ditemukan 1 bintang baru di Carina.
Setelah dianalisis, ilmuwan percaya bahwa beberapa bintang raksasa yang ada telah hancur dalam ledakan supernova. Mereka mengetahuinya dari pengurangan sinar X yang terjadi di gugusan utara yang disebut Trumpler 15.
Deteksi kemungkinan adanya 6 bintang neutron, yang bagian inti padatnya tersisa setelah ledakan supernova, menambah bukti bahwa aktivitas supernova meningkat di Carina. Sebelumnya, hanya ditemukan 1 bintang baru di Carina.
Tag :
info sains,
Air di Bumi Berasal dari Tumbukan Komet
By : Unknown
NASA/JPL-Caltech/UMD
Komet Hartley 2 direkam wahana Epoxi. "Hasil penemuan kami menunjukkan, komet memiliki peran besar membawa air dalam jumlah besar ke bumi purba. Ini memperluas kemungkinan sumber air serupa samudera Bumi di Tata Surya, yang kini mencakup komet dari Sabuk Kuiper," kata Dariusz Lis dari California Institute of Technology.
Komet Hartley 2 adalah komet yang berasal dari Sabuk Kuiper, wilayah berjarak 30-50 kali jarak bumi-matahari yang merupakan kampung halaman dari planet kerdil dan komet. Komet Hartley 2 diketahui memiliki air yang dengan sifat kimia mirip dengan air di bumi.
Ilmuwan lewat teorinya mengungkapkan, bumi pada awalnya panas dan kering sehingga air sebagai unsur kehidupan pasti berasal dari asteroid ataupun komet yang menumbuk bumi. Hingga sebelum penemuan Hartley 2, tak ada bukti bahwa komet memiliki air serupa di bumi.
Dalam penelitian, dengan bantuan Herschel, astronom mengobservasi coma Hartley 2. Coma adalah bagian yang terbentuk akibat adanya materi komet yang menguap saat komet bergerak mendekati Matahari. Pada coma itulah, ilmuwan menemukan tanda adanya uap air.
Hasil analisa lebih lanjut mengungkap bahwa Hartley memiliki air berat dan air reguler dengan proporsi sama dengan bumi. Air reguler ialah air yang biasa kita kenal, H2O. Seementara air berat adalah air yang molekul hidrogen-nya digantikan oleh deuterium.
Ilmuwan mengungkapkan, saat ini, ada 5 komet yang rasio air berat dan air regulernya telah diketahui. Kelimanya berasal dari Awan Oort, sebuah daerah tata surya yang jaraknya 10.000 kali jarak ke Sabuk Kuiper dan merupakan daerah asal dari sebagian besar komet yang telah terdata.
Sampai sejauh ini, ilmuwan beranggapan bahwa depositor besar air di bumi adalah asteroid yang berasal dari daerah antara Mars dan Jupiter. Hasil analisa Hartley 2 membuat ilmuwan berpikir bahwa komet dari Sabuk Kuiper yang selama ini dianggap kurang berperan ternyata punya kontribusi.
Bagaimana proses komet dan asteroid datang dan 'menciptakan' air di bumi masih menjadi teka-teki. Geoffrey Blake, professor ilmu keplanetan dari Caltech yang juga terlibat penelitian ini mengatakan, pemahaman tentang distribusi unsur dan dinamika tata surya belum lengkap.
Seperti dikutip Physorg Rabu lalu, Blake mengatakan, "Pada awal tata surya, komet dan asteroid pasti bergerak ke semua tempat. beberapa dari mereka mungkin mendarat dan menabrak di planet kita, lalu menciptakan samudera," katanya.
Tag :
info sains,
Ditemukan, Planet dengan Dua Matahari
By : Unknown
NASA/Kepler MissionPlanet Kepler menurut rekaan artisWASHINGTON, KOMPAS.com - Masih ingat gambaran planet Tatooine, rumah Luke Skywalker dalam film Star Wars yang memiliki dua matahari? Planet seperti itu ternyata benar-benar ada di alam semesta.
Para ahli astronomi AS mengumumkan penemuan planet dengan dua matahari tersebut dalam jurnal ilmiah Science terbaru, Kamis (15/9/2011). Planet yang diberi nama Kepler-16b itu berukuran hampir sama dengan planet Saturnus di Tata Surya kita, dan terletak sekitar 200 tahun cahaya dari Bumi. Planet ini terletak pada jarak sekitar 105 juta kilometer dari dua bintang induknya, dan memiliki periode orbit 229 hari.
Planet tersebut ditemukan menggunakan teleskop angkasa Kepler, yang memantau tak kurang 155.000 bintang. "Penemuan ini sangat mengejutkan. Sekali lagi, sesuatu yang dulu hanya ada di kisah sains-fiksi, kini menjadi kenyataan," ungkap Alan Boss dari Carnegie Institution for Science Department of Terrestrial Magnetism, salah satu astronom yang menulis artikel ilmiah tersebut.
Studi yang menemukan Kepler-16b ini dipimpin oleh astronom Laurance Doyle dari lembaga Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI) Institute yang bermarkas di California, AS.
Sebelumnya, para astronom dari seluruh dunia sudah melihat beberapa planet yang mereka yakini mengorbit dua bintang sekaligus. Akan tetapi, mereka belum pernah melihat planet-planet tersebut melintas langsung di depan dua mataharinya, sehingga penemuan ini menjadi bukti pertama adanya planet dengan dua matahari.
"Kepler-16b adalah contoh pertama dan tak diragukan lagi dari sebuah planet sirkumbinari, yakni planet yang mengorbit dua bintang sekaligus. Sekali lagi ini membuktikan bahwa Tata Surya kita hanyalah satu bentuk variasi sistem planet yang bisa diwujudkan oleh alam." Ungkap Josh Carter dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, yang juga turut terlibat dalam penemuan ini.
Jika ada makhluk yang mendiami planet tersebut, mereka bisa menikmati saat-saat senja dengan dua matahari yang terbenam, seperti dialami Luke Skywalker dalam Star Wars. Namun, kemungkinan adanya makhluk hidup mirip manusia di planet ini sangat kecil, mengingat suhu permukaannya sangat rendah, yakni berkisar antara minus 73 sampai minus 101 derajat Celsius.
Suhu rendah ini dimungkinkan karena meski memiliki dua matahari, ukuran kedua bintang induk tersebut jauh lebih kecil dibanding Matahari kita dan memancarkan energi yang lebih kecil. Massa salah satu bintang tersebut hanya seperlima dari massa Matahari, dan bintang kedua hanya memiliki 69 persen massa Matahari.
Selain dikelilingi oleh planet Kepler-16b ini, dua bintang tersebut saling mengorbit satu sama lain dalam sebuah "dansa angkasa" dengan periode orbit 41 hari
.
Tag :
info sains,
Awas, Ada Rongsokan Satelit Akan Jatuh ke Bumi
By : Unknown
NASASatelit UARS.
KOMPAS.com — Badan antariksa AS, NASA, memberikan peringatan bahwa satelit The Upper Atmosphere Research Satellite (UARS) yang sudah mati akan jatuh ke bumi dalam enam minggu ke depan ini. Kendati begitu, NASA belum bisa memprediksi tanggal yang tepat mengenai jatuhnya satelit ini.
UARS adalah satelit yang diluncurkan pada 15 September 1991 oleh pesawat luar angkasa Discovery dan diperkirakan masuk bumi pada akhir bulan ini atau awal Oktober mendatang. Satelit ini sudah tidak berfungsi sejak 14 Desember 2005 dan pada dasarnya didesain untuk misi selama tiga tahun.
Satelit ini memiliki panjang 11 meter dan diameter mencapai 4,5 meter. Seperti dikutip dari TG Daily,meski satelit ini akan menjadi potongan-potongan terpisah saat masuk ke bumi, tidak semua bagian terbakar di atmosfer. UARS mengandung senyawa kimia. Sejauh ini, UARS diprediksi akan jatuh antara Kanad dan Amerika Selatan.
Risiko menyangkut keselamatan publik dan beberapa bangunan yang mungkin terkena reruntuhan dari UARS sangat tinggi. NASA mengimbau agar pihak-pihak yang menemukan potongan satelit dari ruang angkasa ini menghindar. Semua pihak pun diminta proaktif melaporkan kepada yang berwajib jika menemukan potongannya.
Data terbaru menunjukkan, UARS mengorbit 155 sampai 280 kilometer dengan kemiringan 57 derajat ke arah khatulistiwa. NASA memperkirakan bangkai satelit ini akan mendarat pada suatu tempat antara 57 derajat khatulistiwa ke arah selatan dan 57 derajat ke arah utara.
Apabila benda ini tidak terbakar di atmosfer, akan menimbulkan kerusakan dan kehancuran yang sangat parah terhadap beberapa bangunan di bumi. (National Geographic Indonesia/Olivia Lewi Pramesti)
UARS adalah satelit yang diluncurkan pada 15 September 1991 oleh pesawat luar angkasa Discovery dan diperkirakan masuk bumi pada akhir bulan ini atau awal Oktober mendatang. Satelit ini sudah tidak berfungsi sejak 14 Desember 2005 dan pada dasarnya didesain untuk misi selama tiga tahun.
Satelit ini memiliki panjang 11 meter dan diameter mencapai 4,5 meter. Seperti dikutip dari TG Daily,meski satelit ini akan menjadi potongan-potongan terpisah saat masuk ke bumi, tidak semua bagian terbakar di atmosfer. UARS mengandung senyawa kimia. Sejauh ini, UARS diprediksi akan jatuh antara Kanad dan Amerika Selatan.
Risiko menyangkut keselamatan publik dan beberapa bangunan yang mungkin terkena reruntuhan dari UARS sangat tinggi. NASA mengimbau agar pihak-pihak yang menemukan potongan satelit dari ruang angkasa ini menghindar. Semua pihak pun diminta proaktif melaporkan kepada yang berwajib jika menemukan potongannya.
Data terbaru menunjukkan, UARS mengorbit 155 sampai 280 kilometer dengan kemiringan 57 derajat ke arah khatulistiwa. NASA memperkirakan bangkai satelit ini akan mendarat pada suatu tempat antara 57 derajat khatulistiwa ke arah selatan dan 57 derajat ke arah utara.
Apabila benda ini tidak terbakar di atmosfer, akan menimbulkan kerusakan dan kehancuran yang sangat parah terhadap beberapa bangunan di bumi. (National Geographic Indonesia/Olivia Lewi Pramesti)
Tag :
info sains,
Anjing "Ajaib" Bisa Menyala dalam Gelap
By : Unknown
SNUAnjing kloning yang diberi nama Tegon bisa menyala dalam gelap karena rekayasa genetika.
KOMPAS.com — Anjing bernama Tegon punya kemampuan bersinar dalam gelap. Tegon adalah anjing kloning yang dihasilkan ilmuwan Korea Selatan untuk penelitian penyakit manusia, seperti alzheimer dan parkinson.
"Tegon bisa bersinar di bawah sinar ultraviolet jika diberi antibiotik doxycycline," ungkap Lee Byeong-chun, ketua tim peneliti dari Seoul National University (SNU).
Tegon yang lahir pada 2009 memang bukan anjing hasil kloning pertama yang dihasilkan SNU. Pada 2005 ada Snuppy, yang lahir dari uji coba 2.000 sel telur yang kemudian tumbuh menjadi 1.000 embrio. Dari jumlah itu, hanya satu ekor Snuppy yang dihasilkan.
Proses yang sama kemudian diimplementasikan untuk membuat Tegon, seekor anjing betina jenis beagle (anjing pemburu kecil). Bedanya, Tegon adalah anjing hasil kloning pertama yang bisa bersinar dalam gelap dengan sinar berwarna hijau. Uniknya lagi, sinarnya bisa dihidupmatikan jika Tegon diberi antibiotik tertentu melalui makanannya.
Kemampuan menghidupkan dan mematikan gen warna ini penting artinya dalam penelitian. Ilmuwan bisa memonitor efek suatu zat yang ditambahkan pada gen tersebut. Sebagai contoh, gen beta-amyloiddiketahui sebagai penyebab kerusakan fungsi saraf dalam penyakit alzheimer. Dengan menghidupkan gen tersebut lalu memonitor fungsi saraf setelahnya, dapat menghasilkan petunjuk tentang perkembangan alzheimer.
"Pembuatan Tegon membuka wawasan baru mengingat injeksi gen yang dapat membuat anjing ini bersinar bisa digantikan dengan gen-gen penyebab penyakit-penyakit fatal pada manusia," kata Byeong-chun. Penelitian ini sengaja menggunakan anjing sebagai hewan percobaan karena terdapat sekitar 268 penyakit yang sama-sama bisa diidap oleh manusia dan anjing.
Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal internasional Genesis. Ilmuwan menghabiskan waktu selama lima tahun dan biaya penelitian sebesar 3,2 miliar won untuk membuat anjing dan melakukan berbagai uji coba yang diperlukan untuk keperluan verifikasi.(National Geographic Indonesia/Ni Ketut Susrini)
"Tegon bisa bersinar di bawah sinar ultraviolet jika diberi antibiotik doxycycline," ungkap Lee Byeong-chun, ketua tim peneliti dari Seoul National University (SNU).
Tegon yang lahir pada 2009 memang bukan anjing hasil kloning pertama yang dihasilkan SNU. Pada 2005 ada Snuppy, yang lahir dari uji coba 2.000 sel telur yang kemudian tumbuh menjadi 1.000 embrio. Dari jumlah itu, hanya satu ekor Snuppy yang dihasilkan.
Proses yang sama kemudian diimplementasikan untuk membuat Tegon, seekor anjing betina jenis beagle (anjing pemburu kecil). Bedanya, Tegon adalah anjing hasil kloning pertama yang bisa bersinar dalam gelap dengan sinar berwarna hijau. Uniknya lagi, sinarnya bisa dihidupmatikan jika Tegon diberi antibiotik tertentu melalui makanannya.
Kemampuan menghidupkan dan mematikan gen warna ini penting artinya dalam penelitian. Ilmuwan bisa memonitor efek suatu zat yang ditambahkan pada gen tersebut. Sebagai contoh, gen beta-amyloiddiketahui sebagai penyebab kerusakan fungsi saraf dalam penyakit alzheimer. Dengan menghidupkan gen tersebut lalu memonitor fungsi saraf setelahnya, dapat menghasilkan petunjuk tentang perkembangan alzheimer.
"Pembuatan Tegon membuka wawasan baru mengingat injeksi gen yang dapat membuat anjing ini bersinar bisa digantikan dengan gen-gen penyebab penyakit-penyakit fatal pada manusia," kata Byeong-chun. Penelitian ini sengaja menggunakan anjing sebagai hewan percobaan karena terdapat sekitar 268 penyakit yang sama-sama bisa diidap oleh manusia dan anjing.
Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal internasional Genesis. Ilmuwan menghabiskan waktu selama lima tahun dan biaya penelitian sebesar 3,2 miliar won untuk membuat anjing dan melakukan berbagai uji coba yang diperlukan untuk keperluan verifikasi.(National Geographic Indonesia/Ni Ketut Susrini)
Tag :
info sains,
Material Misterius Muncul di Kutub Utara
By : Unknown
NOAA Material misterius berwarna oranye dilihat dengan mikroskop diketahui merupakan kumpulan telur, namun belum dipastikan dari mana asal spesiesnya. Material tersebut tersapu gelombang di sepanjang pesisir Arktika di Kivalina, Alaska dan membanjiri Desa Inupiat, Eskimo. Di sana, matahari mengeringkan material dan angin menyebarkannya bagai debu. Ketika ditemukan beberapa kilometer di kawasan air tawar Sungai Wulik, material oranye itu berubah menjadi liat dan lengket serta mengeluarkan bau seperti gas.
Anehnya, saat diambil dari laut, substansi itu tidak memiliki bau dan ‘sangat lembut. "Bentuknya seperti minyak bayi," kata Janet Mitchell, seorang pejabat kota Kivalina.
Setelah gelombang tinggi menyapu material oranye itu pergi, masyarakat setempat baru menyadari bahwa material mungkin pula beracun. Pasalnya, sejumlah ikan kecil mati setelah material itu hadir di pantai. Akan tetapi, ilmuwan belum dapat memastikan hal tersebut.
Sampel material dikirimkan ke Auke Bay Laboratories milik NOAA Alaska Fisheries Science Center di Juneau untuk diidentifikasi. Di bawah mikroskop, tampak struktur seluler yang berbentuk seperti manik-manik, memberi petunjuk bahwa material jingga itu merupakan serangkaian telur-telur ikan.
Akan tetapi, ahli biologi kelautan tidak menganggap ikan-ikan kecil yang mati merupakan induk telur-telur tersebut. "Kami telah menentukan bahwa ini merupakan telur hewan invertebrata kecil meski kami tidak bisa menyebutkan spesiesnya secara pasti," kata Jeep Rice, seorang ketua ilmuwan NOAA di laboratorium Juneau.
"Saat ini kami perkirakan bahwa material jingga merupakan telur atau embrio sejenis binatang air kecil berkulit keras. Tetesan molekul yang larut dalam lemak di bagian tengah yang menyebabkan munculnya warna oranye," ucapnya.
Kivalina Village dan lab NOAA di Juneau kini menunggu kabar dari laboratorium lain di South Carolina yang memiliki spesialisasi di pertumbuhan fitoplankton untuk mempelajari identitas induk dari telur-telur yang menginvasi itu. "Kami sangat tidak sabar untuk mengetahuinya," kata Julie Speegle, juru bicara lab Juneau. (National Geographic Indonesia/Abiyu Pradipa)
Tag :
info sains,
Bumi Pernah Punya Dua Bulan
By : Unknown
Luc Viatour
nationalgeographic.co.idBumi ini diperkirakan memiliki dua bulan miliaran tahun yang lalu. Bulan kedua itu hilang setelah menabrak bulan yang kita lihat saat ini.
Pecahan-pecahannya mengganggu permukaan bulan yang saat itu masih mendingin. Teori ini menjelaskan perbedaan permukaan bulan yang menghadap Bumi dengan permukaan yang tidak menghadap Bumi. Permukaan bulan yang mengadap Bumi jauh lebih mulus daripada permukaan bulan di sisi lain.
"Kedua bulan terbentuk setelah puing-puing yang dilontarkan Mars menabrak Bumi di awal pembentukan," jelas para peneliti dari University of California, Santa Cruz. Bulan kedua lebih kecil daripada bulan saat ini. Ukurannya hanya sepertiga puluh bulan yang kita kenal. Posisinya, 60 derajat di depan atau belakang bulan.
Erik Asphaug, dari University of California, dan Martin Jutzi, dari University of Berne, menjelaskan bahwa kedua bulan berdampingan selama 10 juta tahun. "Waktu yang cukup lama untuk benar-benar jadi solid," kata Aspaug yang seorang ahli keplanetan. Gravitasi bumi secara perlahan menyebabkan lintasan kedua bulan berubah, ditambah lagi munculnya gravitasi matahari. Gangguan tersebut membuat lintasan bulan yang lebih kecil berubah.
Saat kedua bulan itu bertabrakan, bulan yang kecil hancur dan puing-puingnya menutupi setengah dari permukaan bulan yang besar. "Karena itulah salah satu permukaan bulan agak aneh," jelas kedua peneliti yang membuat simulasi komputer untuk mengetahui kejadian tabrakan.
Pada sisi yang tampak dari Bumi, permukaan bulan didominasi oleh dataran lava yang disebut "maria". Sisi mengantung potasium, berbagai unsur yang jarang ditemui di Bumi, dan fosfor--atau dikenal dengan istilah "KREEP". Sementara itu, permukaan bulan di sisi yang lain bergunung dengan kerak yang tebal.
Teori lain menyebutkan, maria merupakan hasil dari gravitasi Bumi. Asphaug dan Jutzi membantah teori tersebut dan mengatakan bahwa saat bulan kecil menabrak, mereka meluncurkan KREEP ke sisi bulan yang lain. "Tabrakan tidak menciptakan kawah yang besar, hanya sedikit lebih besar dari penabrak," papar Asphaug.
Kebetulan, dalam waktu dekat NASA akan mengirim sepasang satelit kembar untuk memetakan bulan dan mempelajari komposisi bagian dalam bulan. Teori Asphaug dan Jutzi akan dibuktikan. (Sumber: Nature, Popsci)
Tag :
info sains,
Dua Hujan Meteor di Malam Bulan Ramadhan
By : Unknown
KOMPAS.com - Dua hujan meteor akan memuncak di malam Ramadhan tepatnya pada Sabtu, 13 Agustus 2011, yakni hujan meteor Perseids dan Delta Aquarids. Kedua hujan meteor tersebut akan dilengkapi dengan bulan purnama, yang sayangnya justru mengganggu pandangan ke hujan meteor.Puncak hujan meteor Delta Aguarids akan terjadi saat puncak hujan meteor Perseids dimulai. Keduanya akan menghasilkan 15 hingga 30 bintang jatuh per jam. "Meskipun ada bulan terang yang menjadi tamu, orang tetap bisa melihat hujan Delta Aquarids," kata Raminder Singh Samra, astronom dari H.R. MacMillan Space Centre di Vancouver, Kanada.
Perseids akan dimulai dengan sekitar lima meteor per jam. Mereka dapat dilihat dua minggu sebelum pertengahan agustus. Saat puncak hujan meteor rata-rata ada 60 hingga 120 meteor. Pengamatan dapat dilakukan mulai pukul 2 dini hari sampai subuh. Rasi Perseus berada di arah timur laut dengan ketinggian 30 derajat. Sementara itu, aktivitas Delta Aquarids akan terjadi akhir Juli dan awal Agustus.
Hampir seluruh orang di dunia dapat melihat hujan meteor ini. Hujan dapat terlihat dengan jelas di daerah yang gelap, jauh dari gemerlap kota. "Karena bintang jauh akan terjadi di seluruh angkasa yang terlihat, berbaringlah dan biarkan mata beradaptasi dengan kegelapan," Samra memberi saran.
Hujan meteor Delta Aquarids dan Perseids terjadi karena atmosfer Bumi menghampiri awan yang terbentuk dari butiran-butiran partikel yang dilepaskan komet. Setiap partikel masuk ke atmosfer dengan kecepatan 150.000 kilometer per jam sehingga terbakar dan menghasilkan cahaya. (National Geographic Indonesia/Alex Pangestu)
Tag :
info sains,
Jam Raksasa Dirancang Awet 10.000 Tahun !!!
By : Unknown
www.longnow.org Jam raksasa The Long Now X Foundation dirancang tahan 10.000 tahun. Sekian lama, ide itu terpendam, tak terealisasikan. Hingga akhirnya Jeff Bezos, pendiri Amazon, berminat mewujudkan ide itu menjadi kenyataan. Ia menanam investasi sebesar 42 juta dollar AS. Kini, dengan Staurt Kendall sebagai salah satu yang berperan dalam konstruksi, jam itu tengah dibangun dan nantinya akan berada di pegunungan wilayah Sierra Diablos, Texas.
Bezos mengatakan bahwa jam ini akan menjadi ikon pemikiran jangka panjang dan mengajak orang untuk berpikir tentang masa depan. "Peradaban akan jatuh bangun. Sistem pemerintahan baru akan muncul," katanya. Lebih lanjut, ia mengatakan, "Anda tak bisa membayangkan masa depan. Kita mencoba untuk membuat jam ini melaluinya."
Perusahaan Kendall, Seattle Solstice, yang menjadi bagian dari proyek ini mengatakan, sangat kagum dengan ide yang dimiliki Hills. Menurut dia, pembuatan jam yang bisa bertahan selama 10.000 tahun ini memiliki visi yang sama dengan piramida Mesir Kuno.
Jam nantinya akan memiliki ketinggian 200 kaki atau sekitar 60 meter dan akan berada di bawah tanah sedalam 500 kaki atau 150 meter. Tahun ini, ekskavasi dimulai di wilayah tempat jam ini nantinya akan diletakkan di bawah tanah. Lubang sedalam 500 kaki telah digali. Sementara, pembuatan nantinya juga akan dibantu oleh platform robot seberat 2,5 ton.
Di tempat jam ini diletakkan, akan dibuat 5 ruangan yang digunakan untuk peringatan 1 tahun, 10 tahun, 100 tahun, 1.000 tahun, dan 10.000 tahun. Hanya bagian 1 tahun dan 10 tahun yang akan dibangun saat ini, sementara bagian yang dibiarkan dibangun oleh generasi mendatang.
Jam ini akan berdetak setiap satu tahun, memiliki jarum abad yang akan bergerak maju setiap 100 tahun dan 'ayam' yang akan muncul setiap satu milenium. Di saat-saat tertentu, jam akan memainkan sebuah melodi yang didesain takkan diulang dalam kurun waktu 10.000 tahun.
Jam mampu menggunakan energi yang didapatkan dari perbedaan panas siang dan malam. Jadi, selama matahari tetap terbit dan terbenam, jam ini bisa bekerja. Namun, akan lebih baik dan akurat jika ada pengunjung yang datang dan memutar roda yang ada di jam untuk menyesuaikan waktu.
Tag :
info sains,
DINOSAURUS TERKECIL ADA DI INGGRIS !!!
By : Unknown
UNIVERSITY OF PORSTHMOUTH Ashdown maniraptoran "Seperti maniraptor lainnya, spesies ini bertubuh kecil, berbulu, berjalan dengan dua kaki, seperti burung, berekor pendek, berleher panjang, berkaki belakang yang panjang dan ramping, dan memiliki cakar bagian tubuh depan yang berbulu," urai Darren Naish, asisten riset kehormatan di School of Earth & Environmetal Sciences University of Portsmouth, Inggris, kepada Discovery News.
Spesies ini ditemukan bersama Steven Sweetman saat menganalisis sisa-sisa penggalian dinosaurus di Pivensey Pit di Ashdown Brickworks, situs yang terletak di barat laut Bexhill, Sussex Timur.
Naish dan Sweetman menyimpulkan, fosil yang mereka temukan itu merupakan spesies dinosaurus yang belum terdokumentasikan. Pasalnya, belum ada nama dinosaurus yang merupakan maniraptor dari bebatuan yang berusia sama dan dari daerah yang sama. Namun, belum ditemukannya tengkorak dinosaurus tersebut membuat para peneliti belum dapat menyimpulkan makanan Ashdown maniraptoran ini.
Meski demikian, Naish menduga, berdasarkan maniraptor dan oviraptosaurus lainnya, dinosaurus ini termasuk omnivora yang memangsa binatang kecil seperti serangga, di samping memakan dedaunan dan buah-buahan. Selain itu, tambah Naish, cara berjalan Ashdown maniraptoran serupa dengan theropod lain, yaitu dengan tubuh dan ekor yang berada pada posisi horizontal.
Pesaing terberat Ashdown maniraptoran sebagai kandidat dinosaurus non-unggas terkecil di dunia saat ini adalah Anchiornis dari China, yang memiliki panjang tubuh sekitar 30 sentimeter sampai 40 sentimeter. Namun, belum dapat dipastikan, berapa panjang sebenarnya. (National Geographic Indonesia/Agung Dwi Cahyadi)
Tag :
info sains,
Cahaya Misterius dari Bintang yang Mati
By : Unknown
Semula, ilmuwan menduga bahwa cahaya itu berasal dari ledakan sinar gamma. Namun, ilmuwan ragu sebab cahaya yang ditangkap bertahan dalam hitungan bulan sementara cahaya dari ledakan sinar gamma hanya dalam hitungan jam.
Joshua Bloom, astronom dari University of California, Berkeley dan timnya kemudian menyelidiki. Kamis (16/6/11), mereka mempublikasikan hasilnya di jurnal Science.
Akhirnya diketahui bahwa cahaya tersebut muncul karena sebuah bintang dilahap oleh Lubang Hitam. Lubang hitam dengan gaya tariknya yang tinggi seolah menghisap bintang. Begitu bintang terlahap, energi dilepaskan dan cahaya yang begitu terang muncul.
"Kejadian ini sangat berbeda dari yang pernah kita lihat sebelumnya," kata Bloom. Ilmuwan mengungkapkan, kejadian ini berlangsung di "jantung" galaksi yang berjarak 3,8 milyar tahun cahaya dari Bumi.
Dapatkah kejadian serupa terjadi di galaksi Bimasakti? Andrew Levan, peneliti dari University of Warwick yang juga turut terlibat dalam observasi mengungkapkan, kemungkinan tersebut bisa saja ada tapi peluangnya kecil.
Tag :
info sains,
Ayam Bisa Menghidupkan Lagi Dinosaurus !!!
By : Unknown
K22-11 Sejumlah ayam Calleke" di taman Topekkong, Kecamatan Sinjai Utara. "Ayam memiliki kunci untuk merekayasa dinosaurus di dalam gen mereka," kata pria 65 tahun yang sempat menjadi penasihat pembuatan film Jurassic Park itu. Berbagai bagian tubuh, seperti gigi, cakar, dan ekor masih didapati dalam embrio ayam.
Hanya saja, bagian-bagian tubuh itu, katanya, dinonaktifkan alam pada sebuah titik saat perkembangan embrio. "Dengan memodifikasi gen, kita sudah berhasil merekayasa ayam sehingga memiliki gigi. Dengan modifikasi lebih lanjut, kita bisa saja mengungkap lebih banyak tentang dinosaurus," kata Horner.
Dalam versi Crichton dan Spielberg, dalam film Jurrasic Park, dinosaurus dibuat dengan mengekstrak DNA dari nyamuk purba. Horner mengatakan ada kelemahan dari teori tersebut. Mereka tidak menemukan DNA utuh, DNA yang dibutuhkan untuk mengklon dinosaurus. (National Geographic Indonesia/Alex Pangestu)
Tag :
info sains,
SEPASANG ROBOT BISA SIAPKAN SARAPAM !!!
By : UnknownRobot bernama James yang dikembangkan para peneliti CoTeSys dan Technische Universitat Muenchen (TUM) pergi berbelanja di sebuah toko. Setelah selesai berbelanja, ia membawa bahan-bahan makanan ke robot lain bernama Rosie yang sedang merebus air, menunggu sosis matang sebelum diletakkan di dalam mangkuk. Sementara itu, James memotong roti dan menyediakan sarapan bagi para pembuat robot.
Baik Rosie maupun James menggunakan Kinect untuk bekerja menggunakan berbagai peralatan dapur. Menurut siaran berita yang diterbitkan Technical University Munich (TUM), robot-robot tersebut dapat belajar dari kesalahan. "Kemampuan mereka terus berkembang," demikian dijelaskan oleh TUM. (National Geographic Indonesia/Alex Pangestu)
Tag :
info sains,
Alat Penyusut Benda Buatan China
By : UnknownNamun, bukan menyusutkan secara fisik. "Alat ini dapat menyusutkan benda secara virtual," kata Cui. Perangkat yang bekerja pada frekuensi gelombang mikro ini dapat mengelabui radar maupun alat pendeteksi elektromagnetik lainnya sehingga menjadikannya berpotensi untuk diaplikasikan oleh pihak militer.
Para ilmuwan membuat alat penyusut menggunakan metamaterial yang juga digunakan dalam pengembangan jubah tembus pandang. Pada alat ini, metamaterial digunakan untuk membuat delapan cincin konsentris masing-masing setinggi 12 milimeter. Kemudian mereka meletakkan sebuah benda, misalnya sendok, di tengah cincin tersebut.
Saat gelombang cahaya menyebar melalui alat penyusut, gelombang depan melengkung dan panjang gelombangnya dikompresi. Ketika cahaya mencapai bagian tengah lingkaran, panjang gelombang terdekompresi sehingga bagi orang yang melihat dari sisi luar alat penyusut, cahaya yang termanipulasi menciptakan ilusi benda dengan bentuk yang sama dengan benda sesungguhnya, hanya saja berukuran lebih kecil.
"Alat ini dirancang menggunakan transformasi optik yang membuat benda di ruang nyata dan ruang maya tampak sama," jelas Cui. Pada alat rancangan mereka, benda nyata adalah benda yang berukuran besar sedangkan benda virtual berukuran lebih kecil.
Para ilmuwan itu juga menjelaskan, karena proporsi beberapa benda bergantung pada ukurannya, maka alat penyusut buatan mereka ini dapat menampilkan benda virtual berukuran kecil yang dalam kenyataannya tidak ada.
Selain itu, metode yang digunakan untuk mengembangkan alat penyusut ini juga dapat dikembangkan lebih lanjut untuk merancang dan mewujudkan perangkat ilusi lainnya yang dapat dapat mengubah beberapa parameter lain dari sebuah benda. (National Geographic Indonesia/Agung Dwi Cahyadi)
Tag :
info sains,
Tahun 2500 Bumi Tak Layak Huni
By : Unknown
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Pemanasan global, selain menyebabkan perubahan iklim, juga menaikkan suhu bumi rata-rata 0,2 derajat celsius per 10 tahun atau 2 derajat celsius dalam 100 tahun. Kenaikan suhu sebesar itu menyebabkan kenaikan permukaan air laut setinggi 20 sentimeter. Demikian diungkap Kepala Pusat Studi Energi (PSE) UGM, Prof Dr Jumina, di kantor PSE UGM, Sekip Yogyakarta, Senin (11/4/2011).Lebih lanjut, Jumina mengatakan, tanpa ada upaya serius dan sistematis untuk mengurangi emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2) ke atmosfer bumi, suhu rata-rata permukaan bumi yang pada tahun 2010 berada pada kisaran 14,6 derajat celsius akan naik menjadi sekitar 25 derajat celsius pada tahun 2500.
"Artinya, bumi tak akan lagi menjadi tempat hunian yang nyaman bagi manusia, hewan, maupun tumbuhan. Bahkan sangat mungkin manusia tak akan dapat bertahan hidup pada kondisi seperti itu," tutur Jumina.
Terjadinya peningkatan emisi CO2 secara terus-menerus itulah yang menyebabkan para pakar lingkungan merasa sangat prihatin. Usaha untuk mengurangi emisi CO2 pun dilakukan, antara lain melalui penandatanganan Protokol Kyoto pada 1999. Sayang, Amerika Serikat sebagai penyumbang emisi CO2 terbesar kedua di dunia hingga saat ini belum bersedia menandatangani protokol tersebut.
"Begitu pula China yang merupakan penghasil emisi CO2 terbesar di dunia," ungkapnya kemudian.
Data menunjukkan, sumbangan sektor energi terhadap emisi CO2 dan fenomena pemanasan global sangat besar. Dengan demikian, demi mengurangi tingkat emisi CO2 domestik dan menekan laju terjadinya pemanasan global, maka penerapan konsep energi bersih sangat diperlukan. "Energi bersih bisa diartikan sebagai energi ramah lingkungan, atau energi yang tidak menimbulkan pencemaran lingkungan," jelas Jumina.
Bila Indonesia dapat menerapkan konsep energi bersih, maka sistem energi yang dibangun bukan hanya menghasilkan ketahanan energi dalam arti terjadi keseimbangan antara kebutuhan dan pasokan energi nasional, tapi juga dapat mewujudkan terciptanya lingkungan yang sehat, nyaman, dan lestari. "Sehingga sistem energi yang diterapkan akan bervisi jauh ke depan tanpa harus merampas hak dasar generasi penerus," kata Jumina.
Kenyataan, pengembangan teknologi energi bersih dan ramah lingkungan di Indonesia belum memuaskan. Keterbatasan kemampuan SDM merupakan faktor utama. Untuk itu, PSE UGM bekerja sama dengan Sekolah Pascasarjana UGM menggelar seminar sehari "Pengembangan Sumberdaya Manusia Bidang Energi Bersih Menuju Ketahanan Energi Nasional", di gedung Pascasarjana UGM, Selasa (12/4/2011).
Seminar menampilkan beberapa narasumber, antara lain anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Dr Ir Tumiran MEng; Direktur Energi, Telekomunikasi, dan Informatika Bappenas Ir Jadhie J Ardajat MSi; Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Dr Ing Evita Legowo; Direktur Energi Primer PLN Ir Nur Pamudji MEng; Kepala Badan Pengkajian Iklim dan Mutu Industri Kementerian Perindustrian Ir Arryanto Sagala; serta Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Ir Luluk Sumiarso MSc.
Tag :
info sains,
Mohon bantu kami dengan MENG-KLIK IKLAN di dalam blog ini. terima kasih.

